![]() |
| Menikmati Pantai Pasir Putih dan Deburan Ombak Lepas Pantai di Pantai Mandiri Kecamata Krui Selatan |
Liburan sekolah hampir usai. Rasanya baru kemarin lonceng tanda libur dibunyikan, eh, tak terasa sekarang sudah tanggal 4 Juli. Artinya, tinggal hitungan hari sebelum seragam kembali disetrika dan buku-buku dibuka lagi pada 13 Juli nanti. Jujur saja, dua minggu terakhir ini di rumah rasanya... begitu-begitu saja. Rutinitas anak-anak? Hampir 90% diisi dengan scrolling layar HP.
Akhirnya, kami memutuskan untuk liburan ke pantai. Sebelum masa libur habis, kami harus melakukan sesuatu yang berkesan. Destinasi pilihannya ada banyak di Lampung Barat dan Pesisir Barat? pantai di Pesisir Barat Krui dan pantai lainnya yang eksotis, Negeri Diatas Awan (Bukit Embun, Gerbang Langit) di Pekon Sedampah Indah Kecamatan Balik Bukit atau menikmati panorama alam Pasar Tematik di Kecamatan Lombok Seminung dan destinasi lainnya yang tak kalah menarik. Setelah kami tawarkan ke anak anak, pilihan mereka wisata ke pantai.
Perjalanan kali ini punya cerita tersendiri. Kami berangkat dari rumah sudah agak siang sekitar pukul 09.30 WIB. Masalahnya, dari pagi itu kami harus berjuang mendapatkan bahan bakar terlebih dahulu. Pom bensin Pertamina dari perumahan kami berjarak sekitar 500 meter yang letaknya berada di Kelurahan Pasar Liwa. Kebetulan, pom bensin berada di tengah kota hanya satu-satunya saja, sementara yang lainnya berada di luar kota Liwa seperti pom bensin Kembahang di Kecamatan Batu Brak, pom bensin Suoh di Kecamatan Suoh, pom bensin Fajar Bulan di Kecamatan Way Tenong dan pom bensin Lombok di Kecamatan Lombok Seminung.
Kami harus sabar mengantre Pertalite yang mengular kira-kira sepanjang 0,3 km atau 300 Meter. Setelah nunggu beberapa puluh menit. Beruntungnya tidak kehabisan, pasca kenaikan BBM Pertamax berdampak pasokan BBM jenis Pertalite memang cepat habis. Setelah urusan bensin beres, kami melanjutkan perjalanan. Jarak tempat kediamanku ke Krui sekitar 33 km dengan medan jalan yang berliku, jika rute tidak padat jarak tempuhnya hanya sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan. Alhamdulillah kondisi arus lalulintas relatif padat dari hari biasa namun lancar, mungkin karna masa liburan sekolah dan weekend.
Jalur utama rute ini melintasi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera yang membelah kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Perjalanan sempat sedikit terhambat karena macet saat memasuki Pekon Kubu Perahu lantaran ada pekerjaan pengaspalan jalan nasional Liwa-Krui. Akhirnya, kami tiba di Krui hampir masuk waktu Zuhur. Awalnya, anak-anak ingin langsung menuju Pantai Jukung yang tidak jauh berada di pusat kota Krui, namun setibanya di sana, mereka berubah pikiran dan justru ingin explore ke tempat lain, yaitu Pantai Mandiri. Pantai Mandiri berlokasi di Desa Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Pantai ini berjarak sekitar 11 km atau hanya 15-20 menit perjalanan ke arah selatan dari pusat kota Krui.
Pantai ini memiliki bentangan pasir hitam yang luas dan ombak kelas dunia yang menjadi favorit para peselancar. Selain berselancar, Anda bisa menikmati suasana sepi yang tenang, berkuda di bibir pantai, bermain ATV, dan menyaksikan matahari terbenam (sunset).
Mengapa Harus ke Krui?
Krui bukan sekadar pantai biasa. Ini adalah surga tersembunyi dengan deburan ombak yang bikin hati adem dan pemandangan yang bisa bikin anak-anak melupakan barang sejenak gawai hp.
Keseruan yang Tak Bisa Digantikan dengan Layar HP
Begitu sampai di bibir Pantai Mandiri, keajaiban pun terjadi. HP yang biasanya menempel di tangan, perlahan mulai ditinggalkan. Inilah yang terjadi ketika "dunia nyata" mengambil alih.
Rasanya Momen ini mahal sekali harganya.
Pelajaran Penting untuk kita sebagai Orang Tua. Liburan ke tempat wisata menyadarkan bahwa anak-anak sebenarnya tidak "kecanduan" HP karena mereka mau, tapi seringkali karena kita kurang memberikan alternatif kegiatan atau aktivitas fisik yang seru. Piknik atau berwisata adalah salah satu obat yang mungkin manjur untuk mengalihkan perhatian mereka dari dunia virtual ke dunia fisik.
Jadi, kalau anak-anak masih sibuk dengan HP-nya, ajaklah mereka keluar. Pesisir Barat Krui bisa jadi pilihan untuk "rehat" sebelum mereka kembali berjuang di bangku sekolah minggu depan dengan energi yang sudah terisi penuh, bukan dengan mata yang lelah menatap layar.



.jpeg)


