-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mr. Holmes: Detektif Digital Berbasis Python untuk Investigasi OSINT

Monday, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T07:24:51Z

Bayangkan kamu punya asisten detektif pribadi yang bisa melacak jejak digital seseorang hanya bermodal nama domain, username, atau nomor telepon. Terdengar seperti adegan film thriller, bukan? Nyatanya, dunia OSINT (Open Source Intelligence) memang menyediakan tool-tool semacam itu, dan salah satu yang paling ikonik namanya adalah Mr. Holmes, tool investigasi berbasis Python yang terinspirasi langsung dari detektif fiksi paling legendaris, Sherlock Holmes.

Kalau kamu sudah mengikuti seri artikel OSINT di blog ini, mulai dari tookie-osint, Sherlock, sampai NexFil, maka Mr. Holmes akan terasa seperti "kakak kelas" yang menggabungkan banyak fungsi pencarian dalam satu paket. Yuk kita bedah lebih dalam.

Apa Itu Mr. Holmes?

Mr. Holmes adalah tool information gathering berbasis Python yang dirancang untuk mengumpulkan data terbuka tentang domain, username, dan nomor telepon dari berbagai sumber publik di internet. Tool ini memanfaatkan teknik Google Dorking untuk pencarian yang lebih terarah, serta terintegrasi dengan WhoIS API untuk menggali informasi kepemilikan sebuah domain.

Nama "Mr. Holmes" bukan kebetulan. Antarmuka dan branding tool ini sengaja dibungkus dengan nuansa detektif klasik ala Sherlock Holmes — lengkap dengan topi deerstalker, kaca pembesar, hingga sentuhan visual ASCII art yang membuat pengalaman menjalankan tool CLI ini terasa lebih hidup dan "bercerita", bukan sekadar baris teks membosankan di terminal.

Menariknya, ada beberapa versi dan fork dari tool ini yang beredar di GitHub, namun konsep intinya tetap sama: menjadikan proses reconnaissance digital lebih cepat, terstruktur, dan (relatif) mudah diakses bahkan oleh pemula yang baru terjun ke dunia OSINT.

Fitur-Fitur Utama

Beberapa kemampuan yang ditawarkan Mr. Holmes antara lain:

  • Domain Reconnaissance — mengumpulkan informasi WHOIS, mencari subdomain, dan memetakan jejak digital sebuah domain menggunakan Google Dorks.
  • Username Lookup — memeriksa keberadaan sebuah username di berbagai platform sosial media dan layanan online, mirip prinsip kerja Sherlock atau tookie-osint yang pernah kita bahas.
  • Phone Number Intelligence — mencoba menggali informasi terkait nomor telepon dari sumber-sumber publik.
  • Dukungan Proxy/Tor — pada beberapa versi, tool ini bisa dijalankan melalui proxy atau Tor agar proses pencarian dilakukan secara lebih anonim.
  • Output Berwarna dan Terstruktur — hasil pencarian ditampilkan dengan pewarnaan ANSI yang membuat data lebih mudah dibaca dibanding output polos hitam-putih.
  • Antarmuka Bertema Detektif — animasi ASCII art, efek ketikan teks, hingga elemen visual bertema Sherlock Holmes yang membuat pengalaman menjalankan tool ini terasa berbeda dari tool OSINT kebanyakan.

Kombinasi fitur ini menjadikan Mr. Holmes semacam tool "serba bisa" bagi siapa pun yang butuh melakukan reconnaissance awal terhadap sebuah target  entah itu domain perusahaan, akun media sosial, atau nomor kontak yang mencurigakan.

Cara Instalasi 

Salah satu daya tarik Mr. Holmes adalah proses instalasinya yang relatif sederhana, cocok untuk dijalankan di Linux (termasuk Kali Linux), maupun di Termux untuk pengguna Android. Berikut gambaran umum langkah instalasinya:

Standard Installation

File README di GitHub berisi panduan installasi

git clone https://github.com/Lucksi/Mr.Holmes
Langkah selanjutnya yang perlu kamu ketik di terminal adalah masuk ke dalam direktori Mr.Holmes yang sudah di-clone, lalu jalankan perintah berikutnya sesuai instruksi.

cd Mr.Holmes
Perintah masuk ke direktori Mr.Holmes

sudo chmod +x install.sh
Perintah sudo chmod +x install.sh digunakan untuk memberikan izin eksekusi (execute)
pada file script bernama install.sh agar bisa dijalankan sebagai sebuah program atau
perintah di terminal.


sudo bash install.sh
Perintah sudo bash install.sh




Ketik angka 1 lalu tekan Enter pada keyboard untuk memilih opsi "YES" dan melanjutkan proses
instalasi.

Ketik angka 2 lalu tekan Enter pada keyboard untuk memilih opsi AUTO-INSTALLATION, Pilih 1 (Auto-installation). Pada bagian "WOULD YOU LIKE TO ENABLE EMAIL-OPTION", ketik 2 (NO) agar kamu tidak perlu memasukkan email atau kata sandi sama sekali, sehingga jauh lebih aman.

Jika kamu menemukan kendala saat instalasi library Python, alternatifnya adalah membuat virtual environment terlebih dahulu:

Error : extermally-managed-environment

Jika demikian maka gunakan perintah di terminal python3 -m venv .lib_venv tekan enter dan source .lib_venv/bin/activate tekan enter

Output perintah python3 -m venv .lib_venv dan source .lib_venv/bin/activate 


Kemudian ketik perintah pip3 install -r requirements.txt

Instalasi sudah selesai dengan sukses! ([+]PROGRAM INSTALLED CORRECTLY[+]). Sekarang kamu

sudah kembali ke prompt terminal biasa (kali@kali:~/Mr.Holmes). Untuk menjalankan program

Mr.Holmes, ketik perintah berikut lalu tekan Enter: Setelah proses instalasi selesai,

tool bisa dijalankan dengan perintah: Ketik perintah sudo python3 MrHolmes.py



Jalankan program Mr.Holmes: dengan perintah python3 MrHolmes.py
Output perintah perintah python3 MrHolmes.py

Ketik huruf y lalu tekan Enter pada keyboard untuk menyetujui ketentuan penggunaan (Accept) dan masuk ke menu utama Mr.Holmes.

Program Mr.Holmes sekarang sudah berhasil terbuka dengan sempurna di menu utamanya!

Di layar terminal tersebut, kamu bisa melihat daftar fitur OSINT yang tersedia dari nomor (1) sampai (15).

Ketik nomor menu fitur yang ingin kamu gunakan pada bagian [#MR.HOLMES#]---> lalu tekan Enter. Misalnya, ketik 1 jika ingin melacak akun sosial media, atau 2 untuk melacak nomor telepon.


Ketik angka 2 lalu tekan Enter untuk memilih NO pada opsi penggunaan proxy (karena jika menggunakan proxy prosesnya bisa menjadi lambat atau bermasalah jika belum dikonfigurasi).


Ketik angka 1 lalu tekan Enter untuk memilih opsi USERNAME-RESEARCH (mencari username di berbagai situs web yang berbeda).


Alatnya sekarang sedang berjalan secara otomatis memindai berbagai platform media sosial dan situs web untuk mencari akun dengan username tersebut.

Kamu bisa melihat beberapa hasil yang sudah ditemukan (ditandai dengan [V]USERNAME ... FOUND lengkap dengan tautan link-nya), seperti pada Instagram, Threads, dan GitHub.

Biarkan proses ini berjalan sampai selesai hingga program memberikan laporan lengkap atau kembali ke menu pilihan.

Pindai terus berjalan dan sudah menemukan beberapa tautan tambahan (seperti Bitchute, Ngl.link, dan Quizsilo).

Sekarang program berhenti sebentar dan memunculkan pertanyaan di bagian bawah: [?]WOULD YOU LIKE TO SCAN ON NSFW SITES?(1)YES(2)NO

Ketik angka 2 lalu tekan Enter untuk memilih NO (melewatkan pemindaian situs dewasa) agar proses pencarian dilanjutkan secara normal.

Ketik angka 2 secara manual dari keyboard lalu tekan Enter untuk memilih NO pada prompt NSFW tersebut.


Pemindaian berhasil diselesaikan dengan baik, dan hasilnya sudah menampilkan daftar lengkap tautan platform di mana username tersebut ditemukan (seperti Facebook, Pinterest, Twitch, Wattpad, GitHub, dan banyak lagi).

Saat ini alat menampilkan pertanyaan lanjutan di bagian bawah: [?]WOULD YOU LIKE TO SCRAPE USER DATA?(1)YES(2)NO

Ketik angka 2 lalu tekan Enter untuk memilih NO (jika kamu hanya ingin melihat hasil tautan profil yang ada tanpa melakukan scraping data mendalam).

Ketik angka 2 lalu tekan Enter untuk memilih NO (jika kamu hanya ingin melihat hasil tautan profil yang ada tanpa melakukan scraping data mendalam).


Ketik angka 2 lalu tekan Enter untuk memilih NO pada opsi generate hypothesis tersebut (karena fitur ini membuat hipotesis otomatis yang terkadang tidak 100% akurat).

Ketik angka 2 lalu tekan Enter untuk memilih NO pada opsi pencarian Google/Yandex Dork tersebut dan menyelesaikan proses pemindaian.


Pekerjaan pemindaian username sudah selesai sepenuhnya!

Hasil akhir dari pencarian tersebut telah disimpan secara otomatis ke dalam berkas teks di direktori berikut: GUI/Reports/Usernames/regasaputra/regasaputra.txt

Kamu bisa membuka direktori tersebut kapan saja menggunakan penjelajah berkas atau perintah terminal jika ingin meninjau kembali seluruh tautan profil yang berhasil ditemukan.

Untuk membuka atau melihat file laporan hasil pemindaian tersebut, kamu bisa menggunakan salah satu cara berikut melalui terminal :

1.Buka menggunakan Nano Text Editor Rekomendasi Terminal.

Ketik perintah berikut untuk langsung membaca isi file laporan di dalam terminal:

nano GUI/Reports/Usernames/regasaputra/regasaputra.txt

Cara verifikasi: Isi teks laporan akan langsung terbuka di layar terminal. Kamu bisa menekan tombol Ctrl + X untuk keluar kembali ke prompt.

Perintah membaca isi file dengan cat GUI/Reports/Usernames/regasaputra/regasaputra.txt

Isi seluruh tautan profil yang ditemukan akan langsung muncul di layar terminal

Untuk pengguna Termux di Android, tersedia juga script instalasi khusus yang memanfaatkan proot agar tool dapat berjalan dengan baik di lingkungan mobile.

Menjalankan Investigasi Pertama

Setelah tool berhasil dijalankan, kamu akan disambut tampilan menu interaktif ala terminal detektif. Dari sana kamu bisa memilih jenis investigasi yang ingin dilakukan apakah ingin menelusuri sebuah domain, memeriksa keberadaan username di berbagai platform, atau mencari jejak sebuah nomor telepon.

Untuk pencarian domain misalnya, Mr. Holmes akan memanfaatkan kombinasi Google Dorks dan WhoIS API untuk mengumpulkan informasi seperti pendaftar domain, informasi kontak publik (jika tersedia), serta potensi subdomain yang terhubung. Sementara untuk pencarian username, prinsip kerjanya mirip dengan tool-tool sejenis: memeriksa satu per satu ke puluhan platform untuk melihat di mana saja username tersebut terdaftar.

Beberapa fitur, seperti pencarian yang lebih mendalam, mungkin memerlukan API key dari layanan pihak ketiga (misalnya WhoIS API) yang bisa dikonfigurasi lewat file konfigurasi tool ini sebelum dijalankan.

Kelebihan Mr. Holmes

Dibanding tool OSINT single-purpose yang biasanya cuma fokus ke satu jenis pencarian saja, Mr. Holmes menawarkan pendekatan all-in-one. Kamu tidak perlu berpindah-pindah tool hanya untuk mengecek domain, lalu username, lalu nomor telepon secara terpisah semuanya tersedia dalam satu antarmuka.

Selain itu, sentuhan visual bertema detektif membuat proses belajar OSINT terasa lebih menyenangkan, terutama bagi pemula yang baru mengenal dunia information gathering. Dukungan multi-platform (Linux, Kali Linux, hingga Termux di Android) juga membuat tool ini cukup fleksibel digunakan di berbagai perangkat.

Batasan yang Perlu Diketahui

Namun perlu diingat, seperti kebanyakan tool OSINT berbasis pencarian publik, hasil yang diberikan Mr. Holmes tidak selalu 100% akurat. Karena tool ini mengandalkan data yang tersedia secara terbuka di internet, hasilnya sangat bergantung pada seberapa banyak jejak digital yang memang sudah ditinggalkan target di ranah publik. Beberapa pencarian bisa saja gagal atau memberikan false positive, sehingga tetap dibutuhkan verifikasi manual terhadap data yang didapat.

Catatan Etika Penggunaan OSINT

Ini bagian yang selalu penting saya tekankan setiap membahas tool OSINT di blog ini: kemampuan mengumpulkan informasi digital seseorang bukan berarti boleh digunakan sembarangan. Pengembang tool ini sendiri menegaskan bahwa Mr. Holmes dibuat untuk kebutuhan edukasi, riset yang sah, jurnalisme investigatif, verifikasi akun pribadi, atau security testing dengan izin resmi.

Sebaliknya, penggunaan untuk stalking, pelanggaran privasi, pengawasan tanpa izin, atau aktivitas ilegal lainnya jelas berada di luar tujuan pembuatan tool ini. Sebagai pengguna atau praktisi OSINT, penting untuk selalu memahami batasan hukum yang berlaku di wilayah masing-masing sebelum melakukan investigasi terhadap pihak lain, sekalipun datanya "hanya" bersumber dari informasi publik.


Penutup

Mr. Holmes menjadi bukti bahwa dunia OSINT terus berkembang bukan hanya dari sisi kemampuan teknis, tapi juga dari sisi pengalaman pengguna. Dengan menggabungkan fungsi pencarian domain, username, dan nomor telepon dalam satu tool bertema detektif yang atraktif, Mr. Holmes cocok dijadikan salah satu senjata di gudang tool OSINT kamu, baik untuk keperluan riset akademik, jurnalisme, maupun latihan keamanan siber.

Kalau kamu sudah mencoba tookie-osint, Sherlock, atau NexFil sebelumnya, coba bandingkan pengalamanmu menggunakan Mr. Holmes di kolom komentar. Mana yang menurutmu paling efektif untuk kebutuhan investigasi digitalmu?

Disclaimer: Artikel ini ditulis untuk tujuan edukasi seputar dunia OSINT dan keamanan siber. Gunakan tool yang dibahas secara bertanggung jawab dan sesuai dengan hukum yang berlaku.





×
Berita Terbaru Update