burung

Wednesday, 22 November 2017

Geliat Sepotong Surga Tersembunyi di Bumi Beguai Jejama



Bumi Beguai Jejama Lampung Barat menyimpan sejuta pesona wisata alam nan indah dan eksotis namun masih ada destinasi wisata tersembunyi yang belum tergali padahal memiliki potensi besar untuk di jual guna pengembangan kepariwisataan kedepan. Contohnya saja ekowisata Keramikan dan Nirwana yang berlokasi di Pekon Gunung Ratu Bandar Negeri Suoh dan Pekon Sukamarga di Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat. Destinasi wisata ini sudah mulai dikembangkan oleh kelompok masyarakat sekitar satu tahun belakangan ini dan mulai tampak ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Terlebih lagi akses jalan menuju Kecamatan BNS dan Suoh sudah mulai dikerjakan sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang terus dilakukan pemerintah daerah untuk membuka ketertinggalan dari kecamatan-kecamatan lainnya.

Wisatawan lokal berasal dari kabupaten sekitar Lampung Barat dan luar Lampung Barat, misalnya Lampung Utara, dan bahkan ada yang dari Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya. Sementara wisatawan mancanegara biasanya dari Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Chevron Geothermal Indonesia Wilayah Kerja Suoh-Sekincau itu sendiri yang sebelumnya mereka pernah mengadakan survey penelitian terkait deposit akan cadangan panas bumi (Geothermal) yang ada disana. Setidaknya pada hari-hari libur sekolah dan libur nasional sudah banyak pengunjung yang berdatangan di lokasi ini.

Menurut informasi yang kami peroleh dari beberapa pemandu wisata yang mendampingi perjalanan kesana, sejak diberikan ijin oleh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pasalnya kedua tempat wisata ini masih masuk wilayah kawasan TNBBS, tempat wisata ini mulai dikelola kelompok masyarakat dari 2 pekon atau desa tersebut. Dimana dari tempat  wisata tersebut, roda perekonomian masyarakat mulai menggeliat karena mendapatkan multiplier effect akibat dari kegiatan wisata tersebut misalnya keuntungan dari jasa parkir, jasa ojek, jasa sewa perahu motor, jasa pemandu wisata dan jasa pedagang sementara konon katanya TNBBS pun mendapatkan devisa dari tiket masuk yang terjual yang disetor ke kas negara. Meskipun mendapat izin dengan berbagai persyaratan perjanjian atau kontrak yang sangat ketat. Masyarakat disana tetap berkewajiban menjaga kelestarian alam dan lingkungan flora yang ada disana dengan menanam tanaman yang bermanfaat seperti buah-buahan dan lainnya yang berasal dari bantuan TNBBS.

Dari pintu masuk kita sudah disuguhi hamparan Danau Asam yang cukup luas memanjang dengan warna air hijau kebiru-biruan dan konon katanya air danau bisa berubah-ubah warna sepanjang waktu. Untuk menuju keramikan bisa ditempuh melalui Danau Asam ataupun jalan darat dengan menyewa ojek motor.

Sedangkan bila melalui Danau Asam harus dengan perahu motor jarak tempuhnya sekitar 15 menit-an dengan mengarungi danau tersebut kemudian kita akan disambut oleh pemandu yang siap mengantar kita menuju keramikan dengan berjalan kaki melintasi hamparan pasir kuning sepanjang 300-an meter yang bercampur lumpur dan pasir layaknya hamparan persawahan yang baru dibajak namun lumpurnya tidak terlalu dalam, hanya sebatas tumit kaki saja .

Disebut pasir kuning menurut pemandu wisata disana saat terkena pancaran sinar matahari hamparan pasir tersebut akan terlihat berwarna kuning keemasan dan saat menapaki pasir kuning terasa sekali bau aroma belerang tercium. Kemudian perjalanan masih dilanjutkan dengan berganti pemandu wisata lainnya karena untuk menuju kesana kita harus menyewa pemandu wisata yang khusus tugasnya mengantar pengunjung ke keramikan. Pemandu wisata yang pertama telah selesai menunaikan tugasnya hanya mengantar dari pasir kuning menuju Keramikan, kemudian untuk menuju kawah Nirwana pemandu wisata kedua yang siap mengantar menuju tempat tersebut.
Dengan melintasi padang ilalang dan sedikit belukar serta jembatan air panas yang terbuat dari bambu dan kayu yang panjang bentang jembatannya sekitar 10-15-an meter. Aliran sungai dibawahnya cukup panas. Disana kita harus ektra hati-hati pasalnya jika kita terjatuh dapat dipastikan fatal akibatnya.


Dari jembatan air panas rupanya masih sekitar 1,5 km tiba disana.menurut pemandu yang kami wawancarai, meskipun tidak terlalu jauh jaraknya namun bagi pemula rasanya merupakan tantangan tersendiri yang cukup menantang disamping melelahkan. Butuh usaha dan perjuangan dan tentunya harus dibarengi dengan kondisi fisik prima agar tiba di lokasi tersebut. Sayangnya pada saat itu cuaca kurang bersahabat pasalnya sepanjang perjalanan menuju kesana kami diiringi oleh hujan rintik-rintik dan semakin lama semakin deras.

Dalam perjalanan kesana tak jarang kami menjumpai pengunjung mulai dari orang tua, muda bahkan anak-anak kecil sekalipun dapat kita jumpai disana tak satupun pengunjung merasa terbebani malah sebaliknya mereka mengungkapkan rasa senang dan ceria yang terpancar dari muka-muka mereka.

Meskipun hujan mengguyur, tak tampak sama sekali kecapaian, beberapa pengunjung malah berseloroh dengan ungkapan “Kalau belum sampai ke keramikan belum rasanya ke Suoh pak,” ujar beberapa pengunjung yang kebetulan berpapasan dengan rombongan kami seraya memberi semangat untuk melanjutkan perjalanan.

Rupanya mereka masih dalam rombongan kami juga namun mereka tak sabar menunggu acara selesai sementara rombongan kami menunggu dahulu proseesi acara seremonial yang telah disiapkan oleh pihak panitia disana dengan suguhan tari-tarian etnik yang dilakukan oleh siswa-siswi tingkat TK hingga SMP Se-Kecamatan Suoh dan BNS.










Cerita Berawal Disini
Awal cerita mengapa kami ke Suoh, sejatinya saya dan rombongan dari dinas, hari itu ada acara rakor bulanan yang rutin kami lakukan. Tempatnya selalu berpindah-pindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain, kebetulan bulan ini jadwalnya di Kecamatan Suoh. Saya berkunjung ke sini merupakan kali ke duanya. Setelah pengalaman pertama pada saat acara "Tour De Suoh" dengan acara gowes sepeda santai pada awal tahun 2017 kemarin, namun dalam kesempatan dan acara yang berbeda. Kemudian untuk kali keduanya pada saat rakor di bulan ini. Sebagaimana diketahui untuk melakukan perjalanan ke Suoh bisa ditempuh bisa melalui Kecamatan Batubrak maupun Kecamatan Sekincau.

Sementara bila dari Kecamatan Batubrak memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam dengan kondisi jalan yang relatif baik karena sedang dalam pembangunan mulai dari Sukabumi ke Suoh. Berbeda sekali dengan perjalanan ketika awal tahun lalu karena titik yang sulit belum dibangunnya jalan sehingga untuk menuju kesana butuh perjuangan ektra berat dan jarak tempuh pada waktu itu bisa 3 hingga 4 jam baru tiba disana. Tidak seperti sekarang hanya memakan waktu 2 jam bisa tiba disana, kita bisa memakai kendaraan roda 4 jenis mini bus, tidak ada kendala yang berarti lagi hanya butuh kehati-hatian saja pasalnya jalan sedang dalam proses pengerjaan atau pembangunan. Dan pada titik-titik tersulit jalan sudah semuanya di rabat beton sehingga sudah tidak dijumpai lagi ada kendaraan yang selip atau pun “kepater” akibat jalan yang rusak.

Tiba disana sekitar pukul 10-an, rupanya panitia menyiapkan prosesi acara arak-arakan untuk menyambut rombongan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat, Bapak Bulki, S.Pd., MM. beserta Istri dan Ibu-ibu Darma Wanita Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat, sejauh kurang lebih 300-an meter menuju tempat rakor yaitu di aula SMP Bakhti Mulya Kecamatan Suoh dengan diiringi Drumband siswa-siswi SMP Bakhti Mulya kemudian langsung menuju aula yang telah disiapkan dengan berbagai agenda acara rakor yang dihadiri dari Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP serta UPTD se- Kabupaten Lampung Barat.


Selesai acara sekitar jam 4 sore kami menuju homestay yang telah disiapkan pihak panitia karena jadwal esok harinya adalah mengunjungi tempat wisata yang Danau Asam, Keramikan dan Nirwana. Namun sebelum menuju ke tempat wisata, kami singgah sebentar ke Sekolah SMP N 3 BNS untuk melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah yang lokasinya tidak jauh dari Danau Asam, dan penanaman pohon pun dilanjutkan di lingkungan lokasi Danau Asam itu sendiri.

Tiba di Keramikan dan Kawah Nirwana Laksana Menemukan Sepotong Surga yang Tersembunyi ( a hidden piece of Paradise)
Rasanya terbayar sudah setibanya di keramikan apalagi setelah sampai di Nirwana, seluruh rasa capai, letih, penat, senang dan gembira bercampur menjadi satu walau seluruh pakaian yang kami kenakan basah kuyup bermandi air hujan. Hilang seketika setibanya di tempat tersebut ketika menikmati eksotisnya alam, tak berlebihan laksana berada di jagat alam nirwana. Sungguh memanjakan mata memandang dan membuat takjub serta terbesit decak kagum di hati akan mahakarya alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT sungguh nan indah yang patut kita syukuri ini.

Sejatinya tempat wisata ini belum begitu populer dikenal di provinsi ini pasalnya baru mulai dikembangkan sebagai tujuan destinasi wisata baru, namun kedua tempat ini, tak jarang dikalangan netizen pengguna medsos sudah menjadi perbincangan hangat. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan disana, kita dapat berfoto-fota dan mengupload di instagram, mengabadikan setiap moment indah dan jarang bersama rombongan disana namun tetap harus mematuhi saran-saran dan petunjuk dari pemandu wisata (tourist guide) disana pasalnya ada zona-zona-tempat yang tidak bisa di lalui alias berbahaya dan zona-zona yang aman untuk berfoto disana.

Nirwana merupakan destinasi wisata baru setelah keramikan dikelola karena skalanya lebih luas baik segi keindahan maupun luas tempatnya, Jarak antara keduanya pun tidak terlalu jauh. “Hanya membutuhkan waktu sekitar 20-an menit saja dari Keramikan menuju kesana dengan berjalan kaki,” ujar salah seorang pemandu wisata.

Belum semua tempat yang dapat kami kunjungi dan jelajahi pasalnya disana menawarkan berbagai pilihan destinasi wisata alam yang cukup indah, ada beberapa danau yang cukup terkenal di Lampung Barat yaitu Danau Lebar, Danau Belibis dan Danau Minyak yang konon airnya dapat berubah-rubah warna dan ada lagi air terjun di Kecamatan Suoh namun kami rombongan belum dapat mengunjungi ke-3 danau dan ari terjun yang indah nan mempesona tersebut dikarenakan keterbatasan waktu berada disana. (tamat)

AYO KE LAMPUNG BARAT...


Friday, 22 September 2017

HUT Lampung Barat ke-26 Diwarnai Berbagai Acara dan Kegiatan


Memperingati 26 tahun kelahiran Kabupaten Lampung Barat yang tahun ini mengambil tema “ Dengan Kerja Bersama Kita Wujudkan Lampung Barat Hebat dan Sejahtera” yang jatuh pada tanggal 24 September 2017 mendatang serta dekade akhir kepemimpinan Bapak Bupati Lampung Barat serta akhir Masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat masa bakti 2012-2017 dimeriahkan dengan berbagai ragam lomba dan kegiatan menarik mulai dari olah raga tradisional, prestasi dan berbagai kegiatan hiburan rakyat serta siraman rohani yang mendatang penceramah terkenal dari Ibu Kota Jakarta.
Dari awal bulan September kemarin yang telah berjalan hingga puncak acaranya nanti pada tanggal 01 Oktober diisi oleh berbagai rangkaian lomba dan kegiatan. Menariknya panitia akan mendatangkan Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirod, MA, pada saat Pengajian Akbar yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 2017 di Islamic Center Kawasan Sekuting Terpadu pasalnya dari tahun ke tahun lazimnya diisi oleh penceramah kondang yang wajahnya cukup populer yang mengisi acara ceramah agama di televisi swasta nasional. Namun kali ini agak berbeda terlepas dengan pernyataan kontroversi beliau yang di unggah di medsos akhir-akhir ini namun beliau merupakan salah satu tokoh cendekiawan, intelektual muslim indonesia yang sukses sebagai pembicara baik di tingkat nasional maupun internasional yang akhir-akhir ini sering melontarkan statement-statement kontroversial yang cukup viral di dunia maya yang menuai komentar dari para netizen dan netter pengguna internet baik yang pro maupun kontra terhadapnya. Sangat sayang sekali bila dilewatkan kesempatan yang baik yang belum tentu datang kedua kali guna mendengarkan ceramah-ceramah agama yang akan disampaikan tokoh NU kharismatik ini.
Kegiatan yang akan dilaksanakan
Tidak berlebihan, berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan panitia antara lain pada tanggal 22 September ini akan diadakan donor darah di Aula Pemda (Ruang Kagungan). Pada tanggal 24 September nanti ada acara Jalan Sehat yang mengambil star dari Wisma Sinda Lapai dan finish di Lapangan Indra Pati Cakra Negara yang diikuti oleh peserta berasal dari umum, pelajar SD hingga SLTA, seluruh OPD se-Kabupaten Lampung Barat, panitia menyiapkan berbagai hadiah berupa satu sepeda motor, empat sepeda gunung, Kulkas dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya .
Kemudian bagi yang suka dan senang dengan tantangan cocok sekali mengikuti olah raga ekstrem yang satu ini, pasalnya olah raga ini membutuhkan nyali besar, sangat pas sekali bagi jiwa petualang, pengagum tantangan, bisa ikutan eksis untuk mengikuti kegiatan atraktif ini yaitu “Adventure Trail” yang diadakan di Kecamatan Kebun Tebu yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September dengan medan yang dipastikan tracknya bukan jalur on the road tapi melewati track khusus yaitu off road yang dipastikan akan memacu adrenalin para peserta.
Selanjutnya bagi penyuka fotograpi jangan lewatkan juga pada tanggal 25 September ada ajang Lomba Fotografi di halaman kantor Bupati Lampung Barat. Pada tanggal 25 September Upacara HUT LB ke-26 di Lapangan Indra Pati Cakra Negara dan Ramah Tamah dan Pemberian Penghargaan di lobi Bupati Lampung Barat. Kemudian acara atraktif lainnya pada tanggal 27 September Lomba Gaple di GSG Nata Maghga. Kemudian tanggal 30 September Pengajian Akbar (Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirod, MA) di Islamic Center.
Terakhir pada tanggal 01 Oktober 2017 nanti yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian HUT Lampung Barat ke-26 nya akan dilaksanakan pawai Kendaraan Hias, yang mengambil star dari Lapangan Indra Pati Cakra Negara, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Sekura Cakak Buah yang dipusatkan di Lapangan Indra Pati Cakra Negara. Corner Kopi Robusta Hot Kopi di Lapangan Indra Pati Cakra Negara dan Pagelaran Musik yang mendatangkan artis Ibu Kota Jakarta, Inul Daratista yang akan menggoyang ibu kota Liwa dipusatkan di Lapangan Indra Pati Cakra Negara yang merupakan akhir dari saluruh rangkaian kegiatan dan acara menyambut HUT Lampung Barat ke-26.
Kegiatan yang telah dilaksanakan
Adapun rangkaian lomba dan kegiatan yang telah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu antara lain : pada tanggal 06 sd September 2017 kemarin telah diadakan olah raga prestasi dan sepak bola, lokasinya di Lapangan Indra Pati Cakra Negara, kemudian pada tanggal 13 September Lomba PBB dan Lomba Paduan Suara tingkat Pelajar, rute yang ditempuh sepanjang Jl. Raden Intan Way Mengaku Komplek Pemda Lampung Barat.

Pada tanggal 11 sampai dengan 13 September Lomba Bercerita berbahasa Lampung dan lomba berceramah dengan bahasa Lampung tingkat siswa SD dan SMP lokasi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Selanjutnya pada 14 September Lomba Cipta Menu (membuat kue tar rasa kopi robusta) dan lomba asah terampil di GSG Nata Maghga.
Kemudian setelah sukses menggelar Tour De Suoh awal tahun 2017 lalu maka pada 17 September 2017 kemarin mengulangi suksesnya kembali diadakan Fun Bike to Suoh dan Lomba Layang-layang Kecamatan BNS dan Suoh, dipilihnya Suoh dan BNS cukup beralasan disamping akses menuju ke sana sudah relatif baik ditandai dengan jalan aspal mulus hingga ke lokasi dan sekaligus mempromosikan destinasi wisata yang ada disana yang akhir-akhir menjadikan perbincangan di dunia maya karena danau-danaunya yang sangat indah menawan dan lokasi keramikan yang merupakan sumber panas bumi sudah mulai dibenahi dan dikelola dengan baik sebagai tempat wisata sehingga mengundang banyak pengunjung dari luar kecamatan dan kabupaten untuk mengunjungi tempat tersebut.
Berikutnya tanggal 18 September Lomba Drum Band tingkat SD/MI dan SMP/MTS di Lapangan Indrapati Cakra Negara yang diikuti 15 kelompok drum band yang terdiri dari 10 drum band dari tingkat SD dan 5 kelompok drum band berasal dari tingkat SMP se-Kabupaten Lampung Barat. Pada tanggal 20 September Lomba Memasak Nasi Goreng yang diikuti seluruh Kepala Satker yang diadakan di GSG. Tanggal 19 September Lomba Aksi Pramuka di Lapangan DPRD Kab. LB, Tanggal 19 sampai dengan 20 September Lomba Paduan Suara Gedung PKK. Pada tanggal 20 September Sidang Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT Lambar ke 26 di ruang sidang Maghgasana. (Selesai)

DIRGAHAYU KABUPATEN LAMPUNG BARAT KE-26

Tuesday, 14 February 2017

Kelembutan Pasir Pantai Padang Muaro Lasak dan Pantai Air Manis nan Mempesona

Diary : travels to Padang

Kalau kita mendengar Kota Padang pastilah terlintas pertama kali di angan-angan kita adalah cerita Malin Kundang sianak durhaka atau Siti Nurbaya yang sudah sangat melegenda sementara kulinernya pastilah yang sudah cukup familiar adalah rendang padang yang tersohor hingga ke mancanegara karena ditetapkan sebagai makanan dengan cita rasa terenak atau terlezat di dunia seperti dilansir VIVAnews berdasarkan survei para pemerhati stasiun berita CNN, yang dimuat di laman CNNGo.

Padang memang salah satu destinasi wisata yang sangat menarik di negeri ini. Tak hanya dikenal sebagai surga wisata kuliner dengan label “halalnya”, wisata belanja, dan wisata sejarah serta budayanya saja, ternyata Padang menyimpan sejuta pesona dengan wisata alamnya yang memikat hati pelancong tak ayal banyak wisatawan banyak berburu keindahan alam khas bumi Minang Kabau ini.

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama-sama teman-teman dari kabupaten di propinsi ini berkesempatan mengunjungi Kota Padang Sumatera Barat dalam rangka dinas. Senang sekali rasanya karena punya kesempatan untuk berkunjung kesana. Tergelitik rasa ingin tahu saya seperti apa suasana serta keindahan alam di kota itu. Kota yang katanya memiliki beragam cerita rakyat dengan eksotisme keindahan alamnya.

Namun sayangnya kali ini saya tidak memiliki banyak kesempatan mengingat keterbatasan waktu sehingga tidak banyak tempat yang dapat kami kunjungi, hanya tempat-tempat yang tak jauh dari jangkauan tempat kami menginap di kota ini saja. Padahal sejatinya banyak destinasi yang terkenal misal Jembatan Layang Kelok Sembilan yang berada 30 km dari Kota Padang, tepatnya berada di luar Kota Padang. Kemudian Jam Gadang di Bukit Tinggi yang merupakan ciri khas sekaligus landmark propinsi ini namun letaknya berada jauh dari kota Padang yaitu di Payakumbuh Sumbar ke arah Kota Pakanbaru Propinsi Riau dan masih banyak lagi tempat wisata alam dan pantai yang ada disana namun semuanya tidak sempat kami kunjungi.

Sebagai informasi bagi pelancong pemula, bila kita dari Liwa Lampung Barat, kita bisa naik pesawat dari Bandara Internasional Raden Intan Branti Lampung Selatan menuju Bandara Minangkabau Padang atau bilan menggunakan jalur darat bisa lewat lintas timur maupun lintas barat Sumatera. Sementara jika kita naik moda transportasi udara, setelah landing di Bandara Internasional Minang Kabau, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan mobil karena disana banyak menawarkan jasa rental baik taxi sedan maupun kendaraan minibus lainnya yang siap mengantar ke tempat tujuan Anda.

Nah, kembali ke cerita, setibanya kami di Bandara Internasional Minangkabau, kami memutuskan untuk segera menuju hotel terlebih dahulu, dari bandara ke pusat Kota Padang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kami istirahat sejenak untuk mandi dan makan setelah itu kemudian malamnya dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan acara. Beberapa hari mengikuti kegiatan disana tak terasa waktu kepulangan telah tiba. Saat check out dari hotel, dengan waktu yang ada kami sempatkan untuk mengunjungi tempat wisata walau waktu tidak begitu banyak hanya berkisar setengah hari saja karena tiket pulang sudah terlanjur dibooking PP (pulang pergi). Lokasi destinasi rekreasi yang kami pilih adalah yang tak jauh dari Kota Padang yang kira-kira masih terjangkau dengan waktu yang kami miliki. Cukup beralasan karena kami harus berpacu dengan waktu pasalnya siangnya harinya sekitar pukul 14.00 WIB sesuai jadwal penerbangan kami rombongan segera take off menuju Bandar Lampung setelah transit dahulu di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Tujuan pertama kami adalah Pantai Air Manis, dari hotel tempat kami menginap ke pantai Air Manis kira-kira 2 jam perjalanan. Di Pantai itu menurut legenda Malin Kundang si anak durhaka dikutuk Ibunya menjadi batu. Tak jauh dari tempat tersebut ada pelabuhan yang cukup terkenal namanya yaitu Dermaga Teluk Bayur yang merupakan pelabuhan peti kemas. Selain lokasinya tidak terlalu jauh dari Kota Padang juga pemandangannya cukup asri. Pantai ini berhamparan pasir putih yang lembut membentang ratusan meter. Air lautnya memiliki gradasi warna hijau kebiruan yang sangat indah. Puas mengeksplorasi keindahan alam disana kami, sekalian pulang menuju bandara kami sempatkan singgah sebentar di Pantai Muara Lasak. Pantai Muara Lasak merupakan tujuan kami kedua, tlempat ini merupakan salah satu tujuan wisata favorit warga Kota Padang dan sekitarnya. Taman ini merupakan salah satu taman berada di Kota Padang. Disana ada Monumen Merpati Perdamaian yang berdiri megah yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 12 April 2016 tahun lalu. Taman Muaro Lasak didirikan oleh Pemerintah Kota Padang pada akhir tahun 2013, tepatnya berada di Jalan Samudera, Pantai Purus.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.00 WIB, segera kami memutuskan untuk mencari tempat makan siang. Rasanya waktu begitu cepat sudah sekitar 2 jam-an lebih kami berada disana, belum cukup rasanya mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang ada disana namu jam tangan telah menunjukkan pukul 12.30 WIB, suara azan telah memanggil kami untuk menunaikan shalat. Usai shalat, kami bergegas untuk bersiap-siap menuju Bandara Internasional Minangkabau yang memakan waktu setengah jam perjalanan usai puas berfoto-foto ria disana. Tamat

“Kisah Malin Kundang”

Kisah ini saya dapatkan yang sumbernya berasal dari selebaran kertas yang saya beli berisikan kisah si Malin Kundang yang saya dapatkan dari pedagang disana. Kertas tersebut bentuknya semacam brosur berisikan “Kisah Si Malin Kundang.” Kertas tersebut disertai beberapa foto-foto batu Malin Kundang, dijual seharga dua puluh ribu rupiah saja. Sayangnya nama pengarang tidak tertera di kertas tersebut, berisikan ilustrasi kisah si Malin Kundang. Kisah ini saya tulis kembali, tidak saya edit sedikitpun yang ingin saya share di blog ini karena cukup menginspirasi agar menjadi pelajaran bagi anak cucu kita dikemudian hari, kisahnya seperti ini :

Pada zaman dahulu disebuah desa di tepi pantai Sumatera Barat, tinggalah seorang Janda dengan Putranya bernama Malin Kundang. Dinamakan Malin Kundang karena sewaktu kecil anak itu selalu dibawa oleh ibunya di dalam sebuah gendongan yang terpasang di badannya, mencari kayu bakar di hutan. Oleh karena selalu digendong maka teman-temannya Malin Kundang memberinya gelar “Kundang” yang berarti “Yang Digendong”.

Setelah besar Malin Kundang merantau menyeberang laut, ke sebuah kerajaan di negeri yang zaman sekarang dikenal sebagai Malaysia. Sesampai disitu Malin Kundang melamar dan diterima sebagai prajurit kerajaan. Karena kehebatan dan kepandaian sifat serta keberaniannya dalam peperangan Malin akhirnya menarik perhatian sang raja yang kemudian mengangkat Malin Kundang menjadi Panglima Perang. Tidak lama setelah menjadi Panglima Perang Sang Raja menjodohkan Putrinya dengan Malin Kundang. Beberapa waktu sesudah menikah sang Putri Raja mengajak Suaminya Malin Kundang untuk pergi ke kampung halamannya.

Setelah berlayar mengarungi samudera yang luas, akhirnya kapal Malin Kundang dan istrinya merapat di Muara Padang. Dari mulut ke mulut tersebar kabar kedatangan kapal besar Panglima Malin Kundang dan Putri Raja. Berita itu sampai juga kedengarana oleh Ibunya yang langsung menuju pelabuhan dengan sangat gembira, karena ingin bertemu anaknya. Setelah sampai di dermaga Ibu Malin Kundang bertanya kepada anak kapal yang menjaga dermaga “Apakah Panglima di dalam kapal benar bernama Malin Kundang?”. Dan yang telah lama merantau dan bernama Malin Kundang. Setelah mendengar pengakuan sang Ibu, anak kapal itu pergi menemui Panglima Malin Kundang.

Tetapi dari dalam kapal Malin Kundang sudah melihat Ibu renta yang pakaiannya sudah berumur dan lusuh, sebelum menerima laporan dari anak buahnya bahwa ada seorang Ibu yang mengaku sebagai Ibunya dan ingin menemuinya. Malin Kundang turun beserta istrinya, tetapi sesampai ke dermaga Malin Kundang tidak mau mengakui sang Ibu yang langsung kenal sebagai Ibunya sendiri. Karena malu terhadap istrinya. Meskipun Ibunya dapat menunjukkan ciri khas yang tersembunyi di badan anaknya berupa “Tahi Lalat” sebesar uang logam. Malin Kundang bersifat keras dan tidak mau mengakui Ibunya. Setelah istrinya mendengarkan kata dari sang Ibu menyingkap baju suaminya. Ternyata terlihat ciri tersebut di tubuh suaminya dan sang istri berkata “ Kalau ini memang Ibu suamiku, kami menerima Dia”. Tetapi Malin Kundang dengan sombongnya tetap menolak untuk mengakui Ibu dirinya. Maka dicaci maki dan ditendang dan akhirnya disuruh anak buahnya untuk mengusir dan menyeret orang tua tersebut.

Meneriam prilaku sekejam itu oleh anaknya sendiri, Ibu Malin Kundang pulang dengan sakit hati sambil berdoa kepada Tuhan dan menyumpahi Malin Kundang menjadi batu sekeras hatinya. Pada waktu yang sama kapal Malin Kundang yang telah meninggal Muara Padang dan tengah berlayar menuju negeri asalnya, tiba-tiba diterjang badai yang dahsyat dengan angin yang amat kencang dan ombak besar. Istri Malin Kundang beserta anak kapal terhempas ombak dan dibawa arus tetapi Malin Kundang beserta anak kapal terhempas ombak dan dibawa arus tetapi Malin Kundang bertahan di atas kapal yang kemudian karam di tepi pantai, dimana tubuh Malin Kundang beku menjadi batu bersama kapal dan barang........yang sampai masa kini masih ada dan dapat dilihat di Pantai Air Manis (Air Manis Beach). Tamat

Tuesday, 31 January 2017

Sepeda Sehat dalam rangka "Tour D’ Suoh"

Sepeda sehat yang dikemas dalam rangka “Tour De Suoh” (28/1/2017) hari Sabtu beberapa waktu lalu berlangsung cukup meriah terbukti animo masyarakat cukup antusias mengikuti acara tersebut, setidaknya ada ratusan bahkan perkiraan mungkin mencapai seribuan peserta turut berpartisipasi aktif mengikuti acara itu. Para peserta berasal dari masyarakat umum, anak-anak sekolah mulai dari sd, smp hingga sma serta para pegawai pemda Lampung Barat baik dari unsur pegawai fungsional guru maupun pegawai struktural turut meramaikan dan memeriahkan acara tersebut. Acara yang dilepas oleh Bapak Bupati Lampung Barat mengambil start dari Kantor Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) dan finish di Kantor Kecamatan Suoh.

javascript:void(0);

Baik yang pemula, amatir hingga mungkin ada yang profesional tumpah ruah dalam hajat sepeda sehat yang dikemas dalam tour d’ Suoh. Panitia menyediakan door prize yang cukup menarik berupa sepeda gunung, tv, mesin cuci serta puluhan hadiah hiburan lainnya.

Dalam sambutannya Bapak Bupati Lampung Barat, Drs. Mukhlis Basri, MM. mengucapkan terimakasih atas sambutan warga di 2 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Suoh dan Kecamatan BNS yang begitu antusias berpartisipasi dalam acara sepeda santai tour de suoh. Kegiatan ini dalam rangka memasyaratkan sepeda mengolahragakan masyarakat dengan cara memasyarakatkan olah raga bersepeda karena menurut Bapak Bupati merupakan salah satu transportasi yang paling cocok dengan kondisi masyarakat yang ada di Suoh dan BNS. Disamping itu juga dalam rangka mengurangi kecelakaan di jalan oleh karenanya tepat hari ini kita mencanangkan naik sepeda santai dalam rangka mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga sepeda untuk warga Suoh dan BNS. Dengan bersepeda kita telah mengurangi kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalain dan kekurang hati-hatian dalam dalam berkendara khsusus sepeda motor karena kebanyakan anak-anak sekolah dewasa ini lebih cenderung menggunakan motor ketimbang sepeda namun masih disayangkan banyak yang belum memiliki SIM.

Bupati beserta jajarannya sedang berupaya dan berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan membangun Suoh agar sejajar dengan kecamatan lainnya yang ada di Lampung Barat dengan jalan membangun infrstruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan Suoh dan Sukabumi akan dituntaskan pembangunannya pada tahun ini, dengan menggelontorkan dana miliaran rupiah.

Ditambahkannya bulan Februari ini Insyallah jika tidak ada halangan, hambatan serta rintangan PLN akan masuk diharapkan lebaran tahun ini sudah teraliri listrik. Bapak Bupati menginginkan agar pemasangan tiang listrik, warga tidak meminta ganti rugi dan warga tidak menghambat terkait pemasangan tiang PLN di lahan warga. Sehingga lebaran tahun ini harapan masyarakat sudah dapat menikmati penerangan dapat terwujud, ungkapnya mengakhiri sambutan seraya melepas peserta lomba.

Catatan Kecil Perjalanan Menuju Lokasi

Jauh sebelum acara dimulai, rombongan mulai kumpul di Sukabumi sejak subuh sebelum jam 06.00 WIB sudah ramai. Saya beserta teman dari Liwa, usai shalat Subuh langsung bergegas menuju titik kumpul di pekon tersebut karena sesuai arahan pimpinan berkumpul disana sekaligus serapan pagi yang telah disediakan pihak panitia. Bahkan ada yang sudah berangkat sehari sebelum acara dimulai, mereka rela menginap disana demi suksesnya acara tersebut. Touring sepeda merupakan sebuah aktivitas yang membutuhkan kekuatan fisik yang prima, jenis olah raga ini memerlukan persiapan khusus.

Selanjutnya kira-kira jam 06.00 WIB usai sarapan, rombongan peserta mulai diangkut oleh armada kendaraan roda empat yang telah disediakan pihak panitia dalam hal ini Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Lampung Barat untuk membawa peserta ke lokasi. Namun ternyata tidak semuanya mereka mau diangkut oleh kendaraan roda empat karena ada peserta yang memakai kendaraan roda dua seperti rombongan kami. Sementara untuk para peserta yang berasal dari luar Kecamatan Suoh dan BNS harus rela membawa sepedanya menuju ke lokasi satu hari sebelum acara dimulai.

Panitia pada h-1 telah menyiapkan armada berupa beberapa mobil truk untuk membawa sepeda yang dikumpulkan di GSG Pemda Liwa dan sekitar pukul 11.00 WIB siang mobil truk pembawa sepeda mulai berangkat melalui jalur Kabupaten Tanggamus mengingat melalui kabupaten tersebut medan yang dilalui datar dan keadaan jalan relatif baik dibandingkan melalui jalur Sukabumi-Suoh. Sehingga dapat mengurangi kerusakan akibat berhimpitnya sepeda milik peserta dengan peserta satu sama lain. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan yang relatif menegangkan dan menantang bagi pemula seperti kami, akhirnya tibalah kami di lokasi. Untunglah cuaca pada hari itu cukup cerah dan bersahabat sehingga tidak ada kendala dan rintangan yang berarti selama dalam perjalanan menuju lokasi.

Rupanya tak disangka peserta sudah ramai di lokasi dan tak lama berselang acara dimulai dengan sambutan Bapak Bupati Lampung Barat yang menandai pelepasan para peserta sepeda sehat. Tampak petinggi-petinggi pemda tak mau ketinggalan turut hadir antara lain Bapak Sekda Kabupaten Lampung Barat beserta jajarannya, mulai dari Asisten 1, Asisten 2, Asisten 3 serta para staf ahli bupati, kepala bagian di lingkungan sekretariat pemda dan para kepala SKPD beserta jajarannya dan pihak Kepolisian dan TNI turut serta memeriahkan acara dengan menggowes sepada berbaur dengan peserta lainnya. “Kalau perkiraaan sekitar sembilan ratusan bahkan mungkin seribuan peserta ada pak karena masyarakat dari 2 kecamatan BNS dan Suoh juga banyak ikut berpartisipasi selain para pegawai dan pelajar,” ujar salah seorang peserta kepada kami saat beristirahat sejenak melepas lelah di pinggir jalan.

Menurut pantuan di lokasi, rute yang dilalui peserta sepeda sehat dari BNS ke Suoh diperkirakan berjarak 20-an km dengan kondisi jalan sebagian besar telah di hotmik cukup mulus dan sebagian kecil masih ada jalan tanah berkontur tanjakan dan turunan yang belum di aspal. “Kalau pastinya kami tidak tahu jarak antara BNS ke Suoh pak karena kami belum pernah mengukur secara pasti tapi kalau 15 sampai dengan 20-an km rasanya ada pak, kalau 8 km rasanya lebih,” ujar seorang warga yang kami temui saat rehat di warung kopi.

Rute relatif menantang para peserta pasalnya menawarkan sensasi berbeda, lazimnya rute yang biasa dilewati sepeda sehat biasanya di dalam kota namun kali ini sambil menggowes peserta diajak berekreasi kembali ke alam dengan menghindari jalan utama kota.

Selesai acara pada siang hari, kami pun beranjak ke SMP N 1 Suoh karena menghadiri acara secara simbolis penyerahan SK Kepala Dinas terkait guru honor mulai dari guru TK, SD, SMP dan SMA. Selesai acara hari telah menunjukkan sore kami pun beranjak pulang, kali ini kami mencoba melalui jalan letusan yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga namun untuk melewatinya dibutuhkan pengawasan dari pemandu warga setempat yang paham keadaan tempat tersebut karena di beberapa bagiannya masih kerap kali terjadi letupan air yang berasl dari gas alam yang memiliki hawa panas mungkin sekitar ratusan derajat celcius tersebut, bisa dibayangkan bila salah sedikit akan berakibat fatal.

Terbayar sudah rasa capai dan penat dalam perjalanan setelah memandangi panorama keindahan alam yang indah nan mempesona, maha karya ciptaan Allah yang patut ditaburi. Kita laksana kecil berada di dalam kuali besar yang dilingkupi oleh bukit-bukit hijau disekitarnya.

Ada pameo mengatakan belum rasanya ke Suoh kalau tidak menyempatkan singgah ke-4 danau tersebut. Sebagaimana diketahui di Kecamatan Suoh memiliki empat danau yang sayang bila tak dikunjungi, ke-4 danau tersebut adalah Danau Asam, Danau Minyak, Danau Lebar, dan Danau Belibis. Selain itu juga memiliki potensi geothermal (panas bumi) yang sangat potensial untuk dieksplorasi dan eksploitasi untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat khususnya masyarakat Suoh dan umumnya masyarakat Kabupaten Lampung Barat.